Oleh: Fathi Jiwa Ikram
Menulis
merupakan suatu kemampuan atau keterampilan berbahasa. Menulis haruslah berdasarkan
dengan pengetahuan kosa kata yang cukup dan pandai dalam merangkai sebuah
kalimat. Latihan yang berkelanjutan juga sangat dibutuhkan dalam menulis, karena
pada dasarnya “karya tulis bagi seseorang tidaklah banyak manfaatnya,
kecuali ia berkemauan untuk menulis”. Pelatihan secara berkelanjutan
merupakan suatu cara yang efektif untuk membangun karakter yang gemar menulis
dan terhindar dari sifat malas. Tanpa Latihan, apa yang ingin seseorang lakukan
tidak akan mencapai kesempurnaan, demikian juga dalam hal menulis. Salah satu
cara untuk memulainya adalah dengan mengatur atau menyiapkan waktu khusus untuk
menulis setiap hari.
Menulis
merupakan kegiatan yang sangat penting dan bermanfaat bagi kehidupan seseorang.
Bukan hanya sekadar untuk menyalurkan sebuah gagasan, tetapi juga dapat melatih
kemampuan keterampilan berpikir dan memperluas wawasan. Melalui menulis,
seseorang dapat menggali sebuah ide dalam pikiran, dan menyampaikannya kepada
dunia dalam bentuk tulisan. Dengan mengasah kemampuan menulis, seseorang dapat
menghasilkan bacaan yang berkualitas, menginspirasi orang lain, dan membangun
jaringan sosial yang lebih luas.
Mengasah
Kepekaan
Menulis
pada umumnya merupakan kegiatan atau tindakan personal. Hal ini tentu dapat
menumbuhkan kepekaan seseorang. Semakin seseorang mengasah kemampuannya, maka
semakin mahir pula ia melakukannya. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk
mengasah kepekaan, misalnya dengan membaca buku, membaca opini orang lain,
higga membaca tulisan-tulisan ringan yang tersaji pada banyak media. Selain
untuk mempertajam kepekaan, membaca juga dapat menambah wawasan dan referensi. Melakukan
aktivitas seperti menonton video di Youtube, reel IG, FB, dll. Juga merupakan
suatu hal yang dapat memperluas wawasan dan mempertajam kepekaan seseorang terhadap
sesuatu atau banyak hal.
Berbicara
secara terbuka, juga dapat mempertajam kepekaan seseorang sekaligus memperluas
wawasan dan jaringan sosial. Dengan adanya masukan-masukan dari bahan bacaan
yang ditemukan di media sosial, maka akan timbul sebuah ide yang bisa mengarah
kepada munculnya ispirasi. Begitu banyak peluang bagi kita di zaman sekarang
untuk menjadi penulis opini di media sosial.
Menjadi seorang penulis, seseorang juga harus siap untuk dikritik atau dikomentari. Bisa jadi komentar seseorang dapat merubah cara menulis menjadi lebih baik.
Penulis: Fathi Jiwa Ikram
Wihh benerr bangettt 🙌
BalasHapus