Rabu, 05 Juli 2023

Membudayakan Menulis: Melatih Keterampilan Berpikir

Oleh: Fathi Jiwa Ikram

Menulis merupakan suatu kemampuan atau keterampilan berbahasa. Menulis haruslah berdasarkan dengan pengetahuan kosa kata yang cukup dan pandai dalam merangkai sebuah kalimat. Latihan yang berkelanjutan juga sangat dibutuhkan dalam menulis, karena pada dasarnya “karya tulis bagi seseorang tidaklah banyak manfaatnya, kecuali ia berkemauan untuk menulis”. Pelatihan secara berkelanjutan merupakan suatu cara yang efektif untuk membangun karakter yang gemar menulis dan terhindar dari sifat malas. Tanpa Latihan, apa yang ingin seseorang lakukan tidak akan mencapai kesempurnaan, demikian juga dalam hal menulis. Salah satu cara untuk memulainya adalah dengan mengatur atau menyiapkan waktu khusus untuk menulis setiap hari.

Menulis merupakan kegiatan yang sangat penting dan bermanfaat bagi kehidupan seseorang. Bukan hanya sekadar untuk menyalurkan sebuah gagasan, tetapi juga dapat melatih kemampuan keterampilan berpikir dan memperluas wawasan. Melalui menulis, seseorang dapat menggali sebuah ide dalam pikiran, dan menyampaikannya kepada dunia dalam bentuk tulisan. Dengan mengasah kemampuan menulis, seseorang dapat menghasilkan bacaan yang berkualitas, menginspirasi orang lain, dan membangun jaringan sosial yang lebih luas.

Mengasah Kepekaan

Menulis pada umumnya merupakan kegiatan atau tindakan personal. Hal ini tentu dapat menumbuhkan kepekaan seseorang. Semakin seseorang mengasah kemampuannya, maka semakin mahir pula ia melakukannya. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengasah kepekaan, misalnya dengan membaca buku, membaca opini orang lain, higga membaca tulisan-tulisan ringan yang tersaji pada banyak media. Selain untuk mempertajam kepekaan, membaca juga dapat menambah wawasan dan referensi. Melakukan aktivitas seperti menonton video di Youtube, reel IG, FB, dll. Juga merupakan suatu hal yang dapat memperluas wawasan dan mempertajam kepekaan seseorang terhadap sesuatu atau banyak hal.

Berbicara secara terbuka, juga dapat mempertajam kepekaan seseorang sekaligus memperluas wawasan dan jaringan sosial. Dengan adanya masukan-masukan dari bahan bacaan yang ditemukan di media sosial, maka akan timbul sebuah ide yang bisa mengarah kepada munculnya ispirasi. Begitu banyak peluang bagi kita di zaman sekarang untuk menjadi penulis opini di media sosial.

Menjadi seorang penulis, seseorang juga harus siap untuk dikritik atau dikomentari. Bisa jadi komentar seseorang dapat merubah cara menulis menjadi lebih baik.

Penulis: Fathi Jiwa Ikram

1 komentar:

Mengembangkan Minat Literasi Anak Muda di Kalimantan Barat

Literasi merupakan kunci penting dalam pembentukan intelektual dan kemajuan suatu masyarakat. Anak muda adalah pilar masa depan suatu bangsa...